Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2012

Asumsi dan Dimensi Perkembangan Peserta Didik

BAB I PENDAHULUAN 1.1           Latar Belakang             Fisik manusia adalah penampakan di permukaan : jangkung, pendek, berkulit sawo matang, berambut ikal, bermuka lonjong, berhidung mancung, berbadan tegap, bermata sipit, beralis  tebal, dan sebagainya. Dari sisi energy yang dikeluarkan, fisik manusia merupakan sosok yang paling taat menerima perintah dari otak, baik berupa “ kata hati “, bahkan yang bersifat refleks. Sebagai manusia biasa, peserta didik itu beragam, baik secara fisik, nurani, maupun penalarannya.Kemampuan mereka berkembang pun untuk ketiga aspek itu beragam adanya.Keragaman itu haus dipandang sebagai lumrah dan layanan pendidikan untuk melakukan penguatan.Peserta didik yang “kurang bernurani” (pengganggu, sering bolos, culas, pembobong, tidak jujur, tidak ada perhatian, dan lain-lain) menginspirasi layanan pendidikan agar mereka kembali ke koridor pribadi sejati dan memupuknya menuju kesejatian sebagai manusia. 1.2 Perumusan Masalah 1.2.1        

Makalah PKN (Negara dan Konstitusi)

BAB I PENDAHULUAN  1. LATAR BELAKANG              Keberadaan UUD 1945 yang selama ini disakralkan, dan tidak boleh diubah kini telah mengalami beberapa perubahan. Tuntutan perubahan terhadap UUD 1945 itu pada hakekatnya merupakan tuntutan bagi adanya penataan ulang terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Atau dengan kata lain sebagai upaya memulai “kontrak sosial” baru antara warga negara dengan negara menuju apa yang dicita-citakan bersama yang dituangkan dalam sebuah peraturan dasar (konstitusi). Perubahan konstitusi ini menginginkan pula adanya perubahan sistem dan kondisi negara yang otoritarian menuju kearah sistem yang demokratis dengan relasi lembaga negara yang seimbang. Dengan demikian perubahan konstititusi menjadi suatu agenda yang tidak bisa diabaikan. Hal ini menjadi suatu keharusan dan amat menentukan bagi jalannya demokratisasi suatu bangsa. Realitas yang berkembang kemudian memang telah menunjukkan adanya komitmen bersama dalam setiap elemen masyarakat unt

Makalah Persatuan dan Kesatuan Bangsa

BAB  I PENDAHULUAN   A. Latar Belakang          Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama, budaya, kebiasaan, di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam. Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Bila dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas menghasilkan energi hebat. Sebaliknya, bila tidak dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas bisa menimbulkan bencana dahsyat. Kolaborasi positif orang buta dan orang lumpuh dapat meningkatkan produktivitasnya belasan kali lipat. Dalam konteks membangun masyarakat multikultural, selain berperan meningkatkan mutu bangsa agar dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain, pendidikan juga berperan memberi perekat antara berbagai perbedaan di antara komunitas kultural atau kelom